BUKU THE JACATRA SECRET PDF

DOWNLOAD | READ The Jacatra Secret () by Rizki. Download ebook sampean, tak perlu menyia-nyiakan waktu dengan membaca buku ini. JACATRA . Download Novel Jacatra Secret Pdf DOWNLOAD. All Access to The Jacatra Secret Rizki Ridyasmara PDF. Free Download Buku THE JACATRA SECRET… – Rizki Ridyasmara | Mizanstore.

Author: Guzil Kezilkree
Country: Bulgaria
Language: English (Spanish)
Genre: Love
Published (Last): 3 April 2004
Pages: 82
PDF File Size: 18.69 Mb
ePub File Size: 14.50 Mb
ISBN: 359-7-63077-597-2
Downloads: 7598
Price: Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader: Tashicage

Thank you for interesting in our services.

We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends.

JACATRA SECRET EBOOK DOWNLOAD

Sophie Lidya Trianaparamitha Category: Kelompok persaudaraan okultis ini Menyisipkan aneka simbol Masoniknya di berbagai tata ruang kota, arsitektur gedung dan monumen, prasasti makam, dan lainnya. Vatikan di tahun dan menyatakan Freemasonry tidak bertuhan. Tahun Presiden Soekarno membubarkannya. Namun pada tahun Gus Dur menerbitkan Keppres No. Sekarang, persaudaraan ini masih eksis sebagai motor utama kaum ImperialisGlobalis. Di awal Orde Baru, Mafia Berkeley merupakan salah satu pelayan mereka, kini dikenal sebagai kelompok Libertarian.

Semua deskripsi tata ruang kota, arsitektur museum. Dinding ruangan berbentuk persegi bagai kubus besar tersebut terbuat dari lapisan Granit gelap yang memantulkan kembali suara sepatu besi de Vries ke sekitarnya.

Valentijn de Vries2, Grandmaster terakhir persaudaraan dengan tangan gemetar terus memegang cawan kecil berisi darah bayi yang baru saja disembelih dengan tangannya sendiri. The Other Cremation of Care Ceremony. Orangtua berusia 74 tahun tersebut terus melangkah ke pusat ruangan. Di sekelilingnya, dalam temaram cahaya lilin yang berbaris di puncak-puncak kendil menorah yang menyala di enam titik, duabelas anggota The Sacred Council berdiri mengelilingi ruangan. Barisan mereka memantulkan bayang- bayang sepasukan raksasa di dinding yang gelap, bergerak teratur dalam irama mistis tanpa suara.

Masing-masing memegang sebuah bola kecil keemasan yang dipegang kedua tangan dengan erat di bawah dada. Sebuah patung besar berbentuk kepala dengan dua tanduk menjulang ke atas, menyerupai kepala banteng, tegak berdiri di tengah-tengah. Kedua bola mata patung Mesir Kuno itu terbuat dari batu mirah delima seukuran batu cincin. Cahaya lilin yang memantul membuat matanya merah berkilauan, menyala, bagai api kemarahan yang terpendam.

Valentijn de Vries terus melangkah ke tengah. Langkahnya bagai terseret dalam pusaran masa lalu. Dia lalu membungkukkan badannya sedikit sebelum menghampiri patung tersebut. Badannya kemudian ditegakkan kembali. Dengan khidmat orangtua sefret mendekat. Bibirnya berbisik merapal doa. Mendesis bagai nyanyian ratusan ular yang meliuk liar dari rambut gimbal Medussa. Doa yang sama telah dirapalkan ribuan tahun silam oleh para pendeta Amon Mesir kuno dalam ritus-ritus pengorbanan dan pemujaan kepada Yang Maha Tinggi, yang bersinggasana di atas piramida terpenggal.

  JAQUAR CATALOGUE 2014 PDF

Dan sekarang doa itu masih terpelihara dengan baik, diturunkan dari generasi ke generasi lewat lisan, dalam satu inisiasi yang sangat rahasia dan ketat dalam bilangan abad. Orang-orang menyebutnya dengan nada bergidik: De Vries kian mendekat. Kedua mata patung itu kian menyala-nyala. Matanya berkobaran, bagai api neraka yang siap menelan si pendosa. Jscatra lain menggoyang-goyangkan badannya ke depan dan ke belakang dalam irama yang pelan dan teratur.

Mulut mereka merapalkan doa yang sama. Bagai bisikan ribuan serangga malam di tengah belantara hutan yang sunyi. Senandung aneh itu bagai terperangkap dalam ruangan, mengitari dinding- dinding granit, dan menguap dalam kehampaan ke langit nan luas.

Tepat di depan patung itu, De Vries mengangkat cawan perlahan sejajar dengan matanya. Semua yang hadir mengatupkan bibir. Dengan amat hati-hati, Sang Maha Guru persaudaraan itu memiringkan cawan lalu menuangkan darah segar, tepat di atas kepala patung. Darah mengalir kental, membasahi kepala, melewati kedua mata mirah delima, melintasi hidung, berkelok-kelok, dan menetes di atas batu pualam berwarna gelap yang ada di jaatra.

Cawan kecil yang tlah kosong lalu diletakkan di depan patung. Valentijn de Vries mundur selangkah. Dari kantung jubah bagian dalamnya orangtua itu mengeluarkan sebuah medalion besi berwarna kehitaman, seukuran ibu jari, dengan pahatan kepala banteng di tengah.

Tangannya menekan mata patung sebelah kiri tiga kali, lalu mata yang kanan. Tanpa suara, lantai di depan patung terbuka. S Sebuah marmer berbentuk segitiga sama sisi bergeser ke samping memperlihatkan sebuah lubang kecil berbentuk segitiga yang menganga.

Tangannya memasukkan medalion tersebut ke dalam lubang yang dalam bilangan detik kembali menutup sendiri. Dia kemudian membungkuk lagi ke arah patung sebelum dia kembali ke tempatnya semula. Suara-suara itu, kembali lagi berdesis di ruangan. De Vries ikut menggoyang-goyangkan tubuhnya seperti yang lain, Dia berdiri di tengah, diapit enam orang di kiri, enam orang lagi di kanan. Orangtua itu kemudian diam dan mengedarkan pandangannya berkeliling ruangan. Semua menunggu Sang Maha Guru untuk mengumumkah nasib persaudaraan.

Akhirnya Sang Guru maju selangkah. Dia membuka, bibirnya yang bergetar. Dengan suara serak, sambil menatap langit-langit ruangan, De Vries berkata, lebih tepatnya setengah berbisik, “Saudara-saudaraku, mulai malam ini, layar kita gulung kembali Biarkan perahu terus berjalan tanpa bentangannya.

Cahaya kan tetap menuntunnya hingga akhir. Kuasa gelap telah memaksa kita kembali ke samudera. Tapi percayalah, Nakhoda selalu menuntun jiwa-jiwa yang bebas dan lepas, kemerdekaan ini tidak akan pernah hilang dari jiwa kita Pergilah saudara- saudaraku, kita kan selalu bersama di bawah tuntunan Sang Cahaya di atas Cahaya, Sang Maha Luciferis. Dengan khidmat dan kepala tertunduk, keduabelas lelaki yang terbungkus jubah dan tutup kepala hitam itu membalikkan badan dan berbaris menuju tangga ke atas.

  ABEL CARLEVARO CAMPO PDF

Semuanya kembali dengan hati masygul. Pengumuman penting yang sungguh-sungguh tidak pernah diperkirakan terjadi. Mulai sekarang, kami adalah hantumu, kami adalah bayanganmu, dan kami adalah nafas serta detak jantungmu De Vries tidak menyertai mereka. Sang Maha Guru itu masih tinggal di bawah. Hatinya diliputi kegalauan yang amat sangat. Amarah, dendam, dan kesedihan bercampur jadi satu. Dia berlutut di lantai marmer hitam di dalam bangsal.

Tiga setengah abad bukan waktu yang singkat bagi karya-karya persaudaraannya di negeri ini. Dan hanya dengan selembar kertas, sang penguasa seenaknya melarang dan membubarkan kelompoknya.

Novel the jacatra secret

Kedua mata orangtua tersebut basah. Dia kemudian mengambil sebuah majalah persaudaraan edisi terakhir yang tergeletak di atas meja kecil di sudut ruangan. Dengan bibir gemetar, orangtua itu membaca syair perpisahan decret ratapan dan simbolisme yang dibuat salah seorang anggotanya. Peran apa yang sekarang ku pegang? Apakah aku pembangun yang cermat?

Mengukur hidup dengan mistar dan siku? Apakah dayaku mengikuti rencana cita, Sabar melakukan yang terbaik yang ku bisa? Ataukah aku tukang bongkar di kota, puas dengan hanya menghancurkan yang ada? Kemudian dia mengulangi dua bait terakhir dengan suara lirih, “Ataukah aku tukang bongkar kota, jcaatra dengan hanya menghancurkan kota? Tangan kirinya menjauhkan piala lilin tunggalnya dan meniup apinya hingga mati. Cahaya itu sekarang hanya yhe di hati kami. Beberapa saat kemudian barulah orangtua itu berjalan menuju ke atas setelah sebelumnya menutup pintu ruang pemujaan dengan gerendel kunci khusus yang terbuat dari besi berbentuk sekuntum mawar.

Ruangan utama telah gelap gulita.

Jacatra Secret – Free Download PDF

De Vries berjalan di selasar gedung yang telah sepi. Mawar dikenal dalam dunia simbologi sebagai bunga rahasia Fleur de Secretmelambangkan Venus dan Eros. Orangtua bkku meraba kantung bagian dalam jubah panjangnya. Jemarinya yang kurus dan keriput menyentuh selembar surat dengan cap Sekretariat Negara Republik Indonesia yang ditandatangani Presiden Soekarno. Surat keputusan presiden yang membubarkan dan melarang Freemasonry di seluruh wilayah hukum republik ini.

Termasuk melarang Sister in Brotherhood mereka, Rosikrusian.

Presiden itu telah bertindak sangat ceroboh, persaudaraan tidak akan tinggal diam Siapa menabur angin akan menuai badai.

Dalam pelukan malam yang sangat pekat dan senyap, De Vries masuk ke Holden hitam yang masih berkilat. Mobil itu berjalan perlahan melewati Burgemeester Bisschopplein5 dan kemudian menghilang dari catatan sejarah bangsa ini. Sebutan Belanda terhadap Taman Suropati.